Palangkaraya, kaltengread – Langit ibu kota Kalimantan Tengah tampak temaram, akibat kepungan kabut asap pekat yang kian hari semakin mencekik napas. Minggu, (13/9/2026), suasana di kawasan Bundaran Besar tak seperti akhir pekan biasanya.
Gerbang halaman Istana Isen Mulang terbuka lebar, siap menyambut sebuah gerakan yang mengusung kehangatan kepedulian di atas tanah Bumi Tambun Bungai.
Di sudut pelataran, tumpukan kardus berisi ribuan masker tertata rapi. Dalam beberapa hari terakhir, kabut asap perlahan datang menyelimuti napas kota. Lembaran masker yang tersusun itu bukan sekadar potongan kain pelindung biasa, melainkan benteng pertahanan paling depan untuk menjaga kesegaran paru-paru warga.
Dari jantung pemerintah provinsi, Gubernur Kalimantan Tengah H Agustiar Sabran mengambil langkah sigap, merangkul semua pihak untuk bergerak sebelum kabut semakin tebal.
Satu per satu awak media dan jurnalis berdatangan. Pagi itu tidak ada kesan kaku; mereka hadir memakai pakaian santai namun tetap rapi.
Namun, ada yang berbeda dari rutinitas pemburuan berita kali ini. Para kuli tinta tidak datang untuk berdiri di belakang garis barikade pembatas, melainkan diundang untuk melangkah maju dan terlibat langsung.
”Ini bukan tentang jurnalisme jarak jauh,” seloroh seorang wartawan dengan senyum tipis.
Garis tegas yang biasanya memisahkan pencari berita dan objek berita melebur dalam sekejap. Ketika jarum jam terus merambat naik, deru mesin kendaraan di depan gerbang istana terdengar semakin ramai. Para jurnalis, beriringan dengan pejabat daerah, melangkah mendekati bibir jalan.
Tangan-tangan yang biasanya lincah mengetik tulisan kini sigap mengulurkan lembaran masker gratis. Dari pengendara motor yang bergegas, pejalan kaki yang menikmati pagi, hingga pengayuh sepeda yang melintas pelan, semuanya disambut dengan senyuman dan sapaan hangat.
Di bawah naungan langit Kalimantan Tengah, aksi sederhana ini menjelma menjadi simbol yang menyentuh: menjaga kesehatan adalah ikhtiar bersama.
Pena para jurnalis dan kebijakan pemerintah berjalan seirama, memastikan setiap napas warga tetap terlindungi dengan penuh rasa kepedulian. (Y5/red).
