Palangkaraya, kaltengread – Jalur vital yang menghubungkan Kota Palangkaraya dan Sampit, tepatnya di ruas jalan antara Kasongan dan Kereng Pangi, mengalami longsor pada hari Minggu (05/07/2026). Peristiwa ini mengakibatkan terganggunya arus lalu lintas bagi kendaraan roda dua maupun roda empat yang melintas.
Menanggapi hal tersebut, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Tengah melalui Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Wilayah I langsung memberikan klarifikasi sekaligus bergerak cepat di lapangan.
Kasatker Wilayah I ingin meluruskan informasi keliru yang sempat beredar di masyarakat, bahwa struktur yang ambrol tersebut bukanlah box culvert (gorong-gorong beton kotak), melainkan gorong-gorong baja bergelombang (tipe Armco) yang usianya memang sudah sangat tua.
“Yang roboh itu bukan box culvert, tapi gorong-gorong Armco yang dibangun sejak tahun 1990. Jadi memang usianya sudah mencapai 36 tahun,” kata Kasatker, Rabu (08/07/2026).
Lebih lanjut dikatakan Kasatker, untuk mengatasi kemacetan dan memastikan agar aktivitas warga maupun pengguna jalan tidak terganggu terlalu lama, pihaknya langsung melakukan penanganan darurat di lokasi kejadian.
“Saat ini kami fokus melakukan penimbunan kembali pada area jalan yang amblas, agar bisa segera fungsional dan lalu lintas kembali normal dalam waktu singkat,” ucapnya.
Ia menambahkan bahwa usia gorong-gorong baja tersebut memang sudah uzur, aksi penimbunan ini hanyalah solusi jangka pendek.
“Agar kejadian serupa tidak terulang, BPJN Kalteng telah menyiapkan rencana perbaikan permanen dengan mengusulkan anggaran untuk mengganti total saluran air tersebut dengan box culvert (beton kotak) baru pada tahun 2027,” ujarnya.
Menurutnya material beton dinilai jauh lebih kokoh, stabil, dan punya daya tahan yang jauh lebih kuat dibanding baja bergelombang yang lama.
“Kami mengusulkan agar tahun 2027 bisa dibangun box culvert yang baru, sehingga struktur jalan menjadi jauh lebih kokoh dan aman bagi pengendara,” pungkasnya. (Y5/red).
