Palangkaraya, kaltengread – Langit Palangka Raya belakangan ini kehilangan warna birunya. Gulungan asap pekat mengepung kota, menyelimuti setiap sudut jalan, dan menyusup hingga ke selasar rumah.
Di bawah remang mentari yang redup tertutup jelutung dan semak yang terbakar, riuk kehidupan warga Kota Cantik tetap harus berjalan, meski setiap tarikan napas terasa kian berat.
Melihat kondisi yang makin memprihatinkan ini, nurani para insan pers di Kalimantan Tengah (Kalteng) tergerak. Pers bukan sekadar pencerita kabar di balik mesin ketik atau kamera, tetapi juga bagian dari denyut nadi masyarakat itu sendiri.
Dalam semangat kebersamaan, DPD Serikat Pers Seluruh Indonesia (SPRI), memutus sejenak rutinitas berburu berita. Mereka berbaur di tepi jalan-jalan Kota Palangka Raya, menggandeng rasa kepedulian yang sama.
Dengan senyum hangat di balik masker masing-masing, para pemburu berita ini membagikan helai demi helai masker gratis kepada setiap warga yang melintas, dari pengendara motor yang matanya perih menembus kabut, hingga anak-anak yang beraktivitas di luar rumah.
“Kami biasa mengabarkan duka dan perjuangan warga lewat tulisan. Hari ini, kami ingin hadir langsung memegang tangan mereka,” ujar Rizaldi, Sekretaris DPD SPRI Kalteng di sela kegiatan.
Sederhana memang, hanya selembar masker. Namun di tengah pekatnya kabut asap yang mengancam kesehatan, aksi ini menjadi penanda bahwa kepedulian belum pudar.
Di balik pena dan lensa kamera, ada hati nurani yang selalu siap mengulurkan tangan demi keselamatan bersama. (Y5/red).
