Kasongan, kaltengread – Jalur vital yang menghubungkan Kota Palangkaraya dan Sampit, tepatnya di ruas jalan antara Kasongan dan Kereng Pangi, Kabupaten Katingan dilaporkan mengalami longsor pada, Minggu (05/07/2026).
Akibat peristiwa tersebut, arus lalu lintas di salah satu jalur urat nadi perekonomian Kalimantan Tengah (Kalteng) terpaksa diberlakukan secara terbatas menggunakan sistem buka-tutup.
Longsornya badan jalan ini langsung memicu kekhawatiran masyarakat. Pasalnya, jalur tersebut merupakan rute krusial yang dilewati ratusan kendaraan setiap harinya, mulai dari angkutan penumpang, logistik sembako, hingga hasil perkebunan.
Jika tidak segera ditangani, kerusakan ini berpotensi besar menghambat rantai pasokan barang dan mengganggu aktivitas ekonomi antar-wilayah di Kalteng.
Hingga berita ini dipublikasikan, pihak Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalteng belum memberikan penjelasan resmi terkait penyebab pasti terjadinya longsor, tingkat kerusakan struktur badan jalan serta langkah perbaikan yang akan diambil.
Ketiadaan informasi ini mulai memicu pertanyaan publik mengenai kekuatan konstruksi jalan, fungsi drainase di sekitar lokasi, serta sejauh mana upaya mitigasi bencana yang telah dilakukan di area rawan tersebut.
Untuk mengantisipasi kemacetan, aparat gabungan telah diterjunkan ke lokasi untuk memasang rambu-rambu peringatan di sekitar titik longsor dan mengatur arus lalu lintas dengan sistem buka-tutup.
Peristiwa ini menjadi alarm keras bagi pemerintah khususnya BPJN Kalteng. Penanganan infrastruktur dinilai tidak boleh hanya bersifat reaktif atau menunggu setelah bencana terjadi. Evaluasi mendalam sangat diperlukan, meliputi: analisis stabilitas jalan di sepanjang jalur Kasongan-Kereng Pangi, perbaikan dan normalisasi fungsi drainase jalan serta pemeriksaan kondisi tanah dan efektivitas pemeliharaan rutin.
Bagi masyarakat yang berencana melintasi rute Palangka Raya-Sampit (atau sebaliknya), diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, menjaga jarak aman antar-kendaraan, mematuhi seluruh arahan petugas di lapangan serta mempertimbangkan rute alternatif jika memungkinkan, demi keamanan bersama. (Y5/red).
