Palangkaraya, kaltengread – Pagi itu, langit di atas Kalimantan Tengah diselimuti kabut asap yang pekat, ikut menyambut riuhnya perayaan yang berdenyut di setiap sudut moda transportasi publik
Di kalender, angka digital menunjukkan tanggal 17 September 2026. Sebuah hari penting yang bukan sekadar seremonial belaka, melainkan penanda gerak maju sebuah bangsa: Hari Perhubungan Nasional.
Di ruang kerjanya, Prof. Dr. Ir. Juni Gultom, ST., MTP, selaku Kepala Dinas PUPR Provinsi Kalimantan Tengah, memandangi blueprint konektivitas makro daerahnya. Baginya, urusan transportasi dan infrastruktur jalan adalah urusan urat nadi.
Sektor tersebut adalah jembatan nyata yang bertugas menggerakkan roda perekonomian dari pelosok desa, melintasi sungai-sungai besar, hingga bermuara ke jaringan logistik nasional.
“Terhubung, Melayani, Bergerak untuk Negeri,” gumamnya pelan, meresapi tema besar yang diusung secara nasional. Slogan itu bukan sekadar deretan kata pemanis baliho.
Di wilayah seluas Kalimantan Tengah, menghubungkan darat, laut, udara, hingga mengintegrasikan visi transportasi masa depan seperti kereta api adalah tantangan geografis sekaligus panggilan pengabdian.
Pesan kuat itu pun digaungkan selaras dengan kepemimpinan Gubernur H. Agustiar Sabran, S.IKom dan Wakil Gubernur H. Eddy Pratowo, S.Sos., MM.
Sinergi antara kebijakan wilayah dan eksekusi infrastruktur di lapangan diarahkan pada satu tujuan mutlak: membawa Kalteng menuju masa depan yang maju, semakin berkah, dan sejahtera.
Di luar sana, deru mesin pesawat yang membelah awan, klakson kapal yang bersahutan di pelabuhan, hingga derit roda angkutan darat yang melintasi jalan-jalan beraspal baru, menjadi simfoni pembangunan yang tak pernah putus.
Semuanya bergerak dalam satu napas pelayanan untuk memastikan tidak ada lagi daerah yang terisolasi, karena ketika semua titik saling terhubung, kesejahteraan masyarakat pun akan mengalir tanpa hambatan. (Y5/red).
